Senin, 04 Mei 2009

About Me

Spesialis Kulit & Kelamin                   
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 
Lulus Agustus 2005.
                                                     
Dokter Umum                  
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia                 
Lulus 2000.
                                                     
PUBLIKASI ILMIAH
28 tulisan ilmiah (penelitian, makalah, poster) 1993 – 2009 dalam berbagai jurnal kedokteran ilmiah di Indonesia atau seminar kedokteran di dalam/luar negri . 
2 buku sebagai Kontributor pendamping dan Anggota Tim Penyusun

SEMINAR ILMIAH

Mei 2010                   PIT XI Perdoksi, Bali, 2010

Oktober 2009             PIT X Perdoski, Anyer, 2009
Maret 2009                67th Annual Meeting of the American Academy of Dermatology. San Francisco, USA
Juli 2008                   Kongres Nasional XII Perdoski, Palembang
November 2007         Tindakan Liposuction, Lipofilling dan Laser Lipolisis
Oktober 2007             21st World Congress Of Dermatology, Argentina
September 2006        Regional Course of Dermatology, Bali
September 2006        Pan Asia Fraxel Laser Symposium, Korea
Februari 2006            KPPIK 2006 : Aging Medicine. Jakarta
Agustus 2005            1st Asia Pasific Aesthetic Medicine Conference, Singapura
September 2005        1st International Conference on Wellness & Anti Aging Medicine, Bali
Oktober 2005             7th Asian Congress of Dermatology, Malaysia
1996 - 2005               44 seminar kedokteran umum, gizi klinik, kulit & kelamin di dalam/luar negeri 

PELATIHAN ILMIAH

September 2009       Certification for Thermage for Eyes Procedure, Jakarta

April 2009                Workshop Dermatitis Atopik. KSDAI-FKUI RSCM - Perdoski Jakarta
Maret 2009              Skin Resurfacing&Rejuvenation - 67th Ann. Meeting of the AAD, San Francisco, USA
Maret 2009              Course Pediatric Dermatology - 67th Annual Meeting of the AAD, San Francisco, USA
Maret 2009              Course Sclerotherapy - 67th Annual Meeting of the AAD, San Francisco, USA
November 2008        Live Surgery Body Contouring surgical&nonsurgical Approach. RS Santosa, Bandung
Agustus 2008           Live Surgery Smartlipo Training & Certification , Jakarta
Agustus 2008           Hands-on Workshop Tindakan Laser NdYAG dan Laser CO2 Fractional, Jakarta
Juli 2008                  Laser & Light Treatment, Palembang
Desember 2007        Hands-on Dermaroller Treatment Training & Certification, Jakarta
Desember 2007        Dermatologic Surgery Update & Hands on Botox, Jakarta
Oktober 2007           Basic & Advanced Dermatopathology,21st World Congress of Dermatology, Argentina
September 2007       Certification for Thermage for Face Procedure, Jakarta
November 2006        Hands-on Pharos 308 – Excimer Laser, Singapura
Juli 2006                  Hands-on Contour Thread Lift, Jakarta
April 2006                Hands-on Titan Skin Tightening System, Singapura
April 2006                Hands-on Q-Switch NdYag Laser for Dermatology Course. Singapura
Agust&Nov 2005      Intensive Course&Clinical Workshop in Aesthetic Mesotheraphy. Malaysia & Singpura
2002                        Kursus Liposuction TIA-KPPIK FKUI . Jakarta
2002                        Hands-on National Skin Centre Laser Workshop 2002. Singapura 

ORGANISASI

Anggota IDI – Ikatan Dokter Indonesia

Anggota PERDOSKI – Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit&Kelamin Indonesia
Anggota AAD - American Academy of Dermatology
Anggota ISD – International Society of Dermatology

PENELITIAN ILMIAH
1.      Pengaruh Penambahan Blotong pada Fermentasi Limbah Ampas Tebu terhadap Nilai Gizi. Tahun 1992. Penelitian Perorangan. Dipublikasi oleh LIPI, 1993. 
2.      Pemanfaatan Eceng Gondok dalam Penyediaan Air Bersih dengan Teknologi Tepat Guna. Tahun 1997. Penelitian  Perorangan. Dipublikasi oleh LIPI, 1998.
3.      Penegakan Diagnosis pada Dugaan Karsinoma Hepatoselular. Tahun 1998. Penulis Utama. Tidak dipublikasi.
4.      Pengetahuan dan Perilaku Ibu yang Mempunyai Anak Balita tentang Mi Instan pada Anak Balita dan Faktor-Faktor yang Berhubungan di Kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Tahun 1999. Penelitian Kelompok. Tidak dipublikasi.
5.      Masalah Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Utara. Tahun 2000. Penelitian Kelompok. Tidak dipublikasi.
6.      Penatalaksanaan Neuralgia Pasca Herpes Secara Umum. Penulis Pendamping. Dipresentasikan pada Pertemuan Ilmiah Berkala Bag. IP Kulit&Kelamin FKUI/RSCM- Pengobatan Mutakhir Nyeri Pasca Herpes. Jakarta, 2002
7.      Vaskulitis yang Kemungkinan Disebabkan oleh Infeksi Tuberkulosis Paru. Penulis Utama. Dipresentasikan dalam bentuk poster pada Kongres Nasional X Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit & Kelamin Indonesia. Medan, 2002
8.      Displasia Ektodermal Hipohidrotik pada Seorang Anak Laki-laki dan Dugaan Efek Lyonisasi pada Ibunya. Penulis Utama. Dipresentasikan dalam bentuk makalah bebas dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan VII PERDOSKI. Yogyakarta, 2003
9.      Lupus Vulgaris yang Menyerupai Acne Keloidalis. Penulis Utama. Dipresentasikan dalam bentuk poster dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan VII PERDOSKI. Yogyakarta, 2003
10.    Aktinomisetoma dan Suspek Aktinomikosis Torakalis. Penulis Pendamping. Dipresentasikan dalam bentuk poster dalam Kongres dan Temu Ilmiah III Perhimpunan Mikologi Kedokteran Indonesia. Semarang, 2004
11.    Terapi Nyeri dalam Bidang Dermatologi. Penulis Utama. Dipublikasikan di MDVI, 2005
12.    Efek Sinar Matahari Kronik, Patogenesis Photoaging dan Photocarcinogenesis. Penulis Utama. Dipublikasikan di MDVI, 2006
13.    Kolonisasi Staphylococcus aureus Daerah Nasal pada Dermatitis Atopik. Penulis Utama. Dipublikasikan di MDVI, 2006
14.    Hubungan Kolonisasi Staphylococcus aureus Daerah Nasal dengan Derajat Keraparahan Dermatitis Atopik Bayi dan Anak. Tesis. Peneliti Utama.
15.    The Treatment of Acne Scar with Fractional Photothermolysis. Penulis Utama. Dipresentasikan dalam bentuk makalah bebas dalam RCD Bali, September 2006
16.    Short Term Side Effects of Fractional Photothermolysis. Penulis Utama. Dipresentasikan dalam bentuk poster dalam RCD Bali, September 2006
17.    The Treatment of Melasma with Fractional Photothermolysis. Penulis Utama. Dipresentasikan dalam bentuk poster dalam RCD Bali, September 2006
18.    The Treatment of Acne Scar with Fractional Photothermolysis. Penulis Utama. Dipresentasikan dalam bentuk poster dalam 21st World Congress of Dermatology, Argentina, Oktober 2007
19.    The Treatment of Melasma with Fractional Photothermolysis. Penulis Utama. Dipresentasikan dalam bentuk poster dalam 21st World Congress of Dermatology, Argentina, Oktober 2007
20.    Rejuvenation with Fractional Photothermolysis. Penulis Utama. Dipresentasikan dalam bentuk poster dalam 21st World Congress of Dermatology, Argentina, Oktober 2007
21.    Improvement of Stretchmark after Focal Fat Deposit Laserlipolysis. Penulis pendamping. Dipresentasikan dalam bentuk poster dalam Smartlipo User Meeting. London, 2007.
22.    The treatment of acne scar with skin needling technique. Penulis pendamping. Dipresentasikan dalam bentuk poster dalam Konas XII Perdoski, Palembang, Juli 2008
23.    Comparison of fractional resurfacing laser and skin needling technique for acne scar treatment. Penulis Utama. Dipresentasikan dalam bentuk poster dalam Konas XII Perdoski, Palembang, Juli 2008 – Terpilih sebagai Juara III Presentasi Poster
24.    Side effects of skin needling technique. Penulis pendamping. Dipresentasikan dalam bentuk poster dalam Konas XII Perdoski, Palembang, Juli 2008
25.    Laser Lypolysis using a novel 1.064nm NdYag Laser: report of 29 cases. Penulis pendamping. Dipresentasikan dalam bentuk makalah bebas dalam Konas XII Perdoski, Palembang, Juli 2008
26.    Terapi port wine stain pada anak dengan pulsed dye laser 595 nm. Penuls utama. Dipresentasikan sebagai poster dalam PIT X Perdoski, Anyer, Oktober 2009
27.    Perbandingan terapi cherry angioma menggunakan pulsed dye laser 595nm dengan laser CO2. Penulis pendamping. . Dipresentasikan sebagai poster dalam PIT X Perdoski, Anyer, Oktober 2009
28.    Okronosis, laporan 4 kasus. Penulis pendamping. . Dipresentasikan sebagai poster dalam PIT X Perdoski, Anyer, Oktober 2009


FILLER

What are FILLERS  ? 
FILLERS are flexible substances that can be injected into the skin to improve the appearance of fine lines and wrinkles, plump lips, fill hollow cheeks, repair various facial imperfections, improve scars,  and elevate deep folds. The result is a smoother, more youthful appearance with minimal "downtime" and maximum safety.
Dermatologists use a variety of FILLERS, including human and bovine (cattle) collagen, hyaluronic acid, autologous fat (one's own fat), and donor tissue. The growing number of available FILLERS s has greatly expanded the anti-aging and skin-saving treatments that dermatologists offer.  Since FILLERS substances do not involve major surgery and are generally cost-effective, men and women are using these youth-enhancing techniques more than ever.


What can FILLERS   do? 

The aging process generally causes a loss of volume as the underlying collagen, hyaluronic acid, and elastin fibers begin to deteriorate and fat stores in the face decrease. This most commonly occurs around the eyes, mouth, cheeks, jaw line, brow, and bridge of the nose, producing crow’s feet, laugh lines, folds and furrows on the forehead, and “hills and valleys” on the lower third of the face. FILLERS   have the unique ability to fill and contour these changes.
FILLERS s can be placed into the lips to create a fuller, more youthful look, or in the hollows of the cheeks to reduce a gaunt appearance. Facial scarring from acne or injury also responds well to soft tissue FILLERS  techniques.

How do FILLERS   work? 

A FILLER substance is injected beneath the surface of the skin where it corrects the line or wrinkle by temporarily plumping and smoothing out the skin depression. Most FILLERS replace the host components of the skin:  collagen, hyaluronic acid, and elastin. Some FILLERS also can stimulate production of collagen.
What are the ABC's of FILLERS? 

Dermatologists have developed a variety of FILLERS substances to address a wide range of cosmetic flaws and other needs of the individual patient. Each FILLER brings subtle, distinctive benefits. Sometimes more than one FILLER may be used to achieve the best results.  Some FILLERS provide longer-lasting results; others allow for more precision with fine lines, and still others can gradually bring the face into better balance, creating an overall rejuvenated appearance.
FILLERS are often considered the first line in the treatment of aging skin and are frequently used in combinations or with other techniques for facial rejuvenation.  Filling substances commonly used by dermatologists are:
Collagen — Collagen products give structure to the skin and are used to add volume to lips, raise the corners of the mouth, and redefine the shape of the nose. Collagen FILLERS may be layered with hyaluronic acid FILLERS to diminish deep wrinkles. Introduced nearly 20 years ago, bovine collagen has proven effective. Some patients may be allergic to bovine collagen; therefore, test doses are given to determine if a patient has a sensitivity. Human-derived collagen offers an alternative and does not require a skin test.   

Hyaluronic acid Hyaluronic acid is a natural component of human skin and is the framework in which skin cells live. There are several hyaluronic acid products available. Each has various characteristics that the dermatologist will take into account when choosing a FILLER. All hyaluronic acid products bind water and give the skin volume. These FILLERS can be used to fill hollow areas of the face, including the cheeks, and to plump lips.
Poly-L-lactic acid This FILLER is used to replace lost facial fat, giving the face a more youthful appearance.
  

Calcium hydroxyapatite Suspended in an aqueous gel is a semi permanent FILLERS which holds promise for long-term soft tissue augmentation.
What happens during and after treatment?
Injections are usually given in a dermatologist’s office. Before beginning treatment, a skin test may be administered to determine if you are likely to have an allergic reaction to the filling substance; however, most of the new FILLERS on the market do not require skin testing. The dermatologist may ask about the use of aspirin, warfarin (coumadin), alcohol, and green tea, since these may increase a patient’s tendency to bruise. 

Prior to the procedure, the face is cleaned and a topical or local anesthetic may be used. The FILLER is injected directly into the area to be treated using a very small needle. There may be a stinging or burning sensation as the FILLER is inserted. A series of treatment sessions may be necessary to fill and smooth the lines and wrinkles, or raise a depressed scar to the level of the surrounding skin. After the procedure, there may be some temporary swelling, redness, or minor bruising at the injection sites. This usually subsides quickly. Makeup can be applied immediately after the treatment.
Are there any possible risks? 

All medical procedures carry some risk. However, FILLERS are generally considered safe and effective. Apart from an allergic reaction to the injected substance, side effects are few and typically due to the local injection.
How long does the improvement last? 
This depends on the type of FILLERS used, the areas treated, and the ability of the patient's skin to absorb the materials. Results are generally long lasting with maintenance treatments performed after 3 to 6 months. Occasionally, touch-up treatments may be needed sooner. Correction of acne scarring, as well as the use of combination techniques, tends to last longer.
What are other treatment options? 
As experts on skin aging, dermatologists are uniquely qualified to employ a variety of corrective and preventive techniques to keep skin looking its best. In fact, dermatologists pioneered many of the dermatologic surgical treatments used today to preserve and maintain healthy, youthful-looking skin, particularly, FILLERS. The dermatologist will discuss alternative and complementary treatments to enhance the outcome of FILLERS procedures.

BOTOX

Wrinkles and Frown Lines
Years of squinting and frowning can leave deep wrinkles that form between the eyebrows and may extend to the bridge of the nose. Wrinkles and frown lines also may appear across the forehead and at the corners of the eyes (“crow’s feet”). Dermatologists can quickly and safely inject BOTOX during an office visit to diminish these wrinkles and lines that create an angry or sad look and detract from a pleasant facial appearance.

What is BOTOX?  

BOTOX are purified substances that block muscular nerve signals.  Injecting very small amounts into specific facial muscles blocks the muscle’s impulse.  This temporarily weakens the muscle and diminishes the unwanted lines.  
For optimal results, BOTOX may be used in combination with other cosmetic skin procedures such as chemical peels, laser resurfacing, and FILLERS. Using BOTOX and FILLERS in the same area may achieve longer-lasting results. Combination therapy also can help prevent the formation of new lines and wrinkles. BOTOX is less useful for the smile lines around the mouth because muscle action in this area is needed for important functions such as eating and talking. 


BOTOX Therapy
Before treatment, the dermatologist obtains the patient’s medical history, including any medications taken. Treatment involves injecting very small amounts of BOTOX directly into the underlying facial muscles to relax them. A tiny needle is used; the procedure is well tolerated and takes just a few minutes with no “down time” or prolonged recovery period. BOTOX takes effect about 3 to 7 days after treatment. The improvement generally lasts about 3 to 6 months; the effect gradually fades as muscle action returns. Patients require re-injection at various intervals. With repeated treatments, atrophy (thinning) of the muscle may occur. This usually produces longer-lasting results. 
Treatment Areas
  • Vertical lines between the eyebrows and on the bridge of the nose
  • Squint lines (crow’s feet) at the corners of the eyes 


  • Horizontal lines on the forehead 


  • Muscle bands visible on the neck, commonly known as “turkey neck” 


Are there any side effects?
Side effects are generally minimal, temporary, and typically relate to the local injection.  Soreness or mild bruising, while uncommon, may occur around the injection site. Makeup may be applied after the treatment, but care should be taken to avoid pressing or massaging the area for several hours. A temporary headache is not uncommon after injections in the forehead area, especially after the first treatment. In rare instances, patients may develop weakness of the neighboring muscles leading to a temporary droopy brow or eyelid. All of these possible effects are mild, reversible, and self-limiting. 



Other Applications 

Hyperhidrosis (excessive sweating) can be treated with injections of a highly diluted form of BOTOX which is superficially injected directly into the underarm skin, skin on the palms of the hands, or on the soles of the feet. This weakens the action of the skin’s sweat glands which are responsible for excessive perspiration. A single treatment session can provide months of relief, and injections can be repeated when the excessive perspiration returns. Twitching muscles also can be treated by injecting BOTOX into the appropriate muscle.  


BOTOX can make a great difference in a person’s life. 
Its uses in combination with other modalities achieve successful results. 

Flek Hitam (Melasma)

Apa itu melasma?
Melasma adalah kelainan pigmentasi berupa bercak warna coklat, atau abu-abu atau biru keabuan pada wajah. Umumnya dikenal awam sebagai flek hitam. 

Apa yang menyebabkan melasma?
Faktor yang berperan antara lain keturunan (predisposisi genetik), kehamilan, KB hormonal, kelainan hormon, terapi hormonal, pajanan sinar UV. Selain itu kosmetik & obat - obatan yang mengandung bahan fototoksik (misalnya: obat antikejang) juga berperan. Menurut beberapa ahli, stress juga berperan karena saat stress dilepaskan hormon MSH (Melanocyte-stimulating hormone).
Melasma pada pria serupa dengan melasma pada wanita, namun hormon tidak berperan penting, umumnya pajanan matahari dan riwayat melasma di keluarga lebih berperan.

Apa saja jenis melasma?
Berdasarkan kedalamannya melasma dibedakan menjadi: 
  • tipe epidermal (dangkal)
  • tipe dermal (dalam) 
  • tipe campuran.

Sedangkan berdasarkan area wajah yang terkena dibagi menjadi:
  • pola sentrofasial (pipi, dahi, atas bibir, hidung, dagu)
  • pola malar (pipi dan hidung) 
  • pola mandibular (sepanjang rahang).

Saya sendiri lebih menyukai pembagian jenis melasma berdasarkan kedalamannya, karena pembagian ini lebih sesuai dan berhubungan dengan terapi dan prediksi hasil terapi. 

Bagaimana terapi melasma?
Prinsip terapi adalah proteksi terhadap sinar UV, menghambat aktivitas melanosit dan sintesis melanin, serta merusak dan menghilangkan granul melanin.
Terapi terpenting melasma adalah menghindari faktor yang berperan, terutama pajanan sinar UV dari matahari. 
Pemakaian sunblok/sunscreen secara rutin dan teratur adalah penting.
Dokter akan meresepkan berbagai krim untuk perawatan rutin di rumah. Bahan aktif yang digunakan bervariasi jenis dan konsentrasinya bergantung kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing pasien.
Terapi alternatif meliputi Chemical Peeling dan Laser/IPL. Terapi ini bertujuan untuk membantu upaya menghilangkan melasma, namun tidak dapat mencegah kekambuhan melasma. Untuk mencapai hasil optimal, baik Chemical Peeling maupun Laser/IPL harus dilakukan secara rutin dan teratur sesuai petunjuk dokter.  Jenis dan konsentrasi cairan Chemical Peeling , juga jenis Laser/IPL yang digunakan bervariasi bergantung kebutuhan dan kondisi kulit pasien.

Apa yang dapat dicapai dengan terapi?
Karena sukar dihilangkan dan cenderung kambuh, melasma seringkali sulit untuk diobati.
Tujuan terapi adalah mencegah atau mengurangi keparahan melasma, mengurangi area/luas kulit yang terkena, mempercepat hilangnya melasma bila kambuh kembali, tentunya dengan efek samping seminimal mungkin.

Apa yang dapat membantu keberhasilan terapi?
Rekomendasi umum untuk membantu hasil terapi adalah :       
-        menghentikan KB hormonal (KB Pil, KB Suntik)
-        hindari produk kosmetik yang mengandung pewangi
-        hindari obat yang bersifat fototoksik
-        proteksi dari sinar UV (sunblok/sunscreen UVA/UVB)

Pajanan matahari akan membuat melasma kambuh. Penting untuk selalu menggunakan sunblok/sunscreen UVA/UVB minimal SPF 30 setiap hari selama terapi dan juga setelahnya seumur hidup untuk mengurangi kambuhnya melasma. 

Jadi setiap pagi sebelum beraktivitas, jangan lupa sunbloknya ya.. 

Bagaimana Mencegah Jerawat?

Berdasar berbagai studi terkini, dermatologis tidak dapat menyama-ratakan rekomendasinya tentang pencegahan jerawat. Kondisi tiap pasien berbeda, dan karenanya nasehat tentang pencegahan jerawat tiap pasien adalah berbeda dan bersifat individual. Setiap pasien, dengan dipandu dermatologisnya harus mencari penyebab jerawat pada kulitnya dan kemudian menghindarinya supaya jerawat dapat dikontrol.

Rekomendasi ini merupakan rangkuman berbagai studi yang dilakukan di berbagai center dermatologis di berbagai negara. Rangkuman ini diharapkan dapat membantu mengarahkan tiap pasien untuk menemukan penyebab jerawatnya masing-masing.

JERAWAT & AKTIVITAS
Jerawat merupakan akibat dari overstimulasi kelenjar minyak. Kelenjar minyak dapat memproduksi sebum berlebih karena :
1.  Panas. Hindari sinar matahari, makanan yang memicu panas/keringat, olahraga/gym/fitness, sauna/steam, memasak/panas kompor/oven.
2.  Gesekan. Hindari gesekan misalnya pakaian yang terlalu ketat. Usahakan tidur terlentang, hindari tidur miring kiri/kanan untuk menghindari gesekan pipi dengan bantal.
3.  Iritasi. Hindari iritasi karena memencet /menggaruk/memegang2 jerawat. Pada pria, sedapat mungkin kurangi shaving/bercukur.
4.  Pola hidup buruk. Istirahat/tidur yang kurang/tidak teratur, stress, pola makan yang buruk akan memperparah jerawat. Lakukan relaksasi teratur.

Jerawat & Makanan
Sampai saat ini studi tentang hubungan makanan tertentu dengan jerawat masih memberikan hasil beragam & penuh kontroversi. Umumnya makanan tidak berpengaruh pada jerawat. Namun pada beberapa kasus yang jarang, pasien menyatakan timbul jerawat setelah makan makanan tertentu. Hal ini sangat individual. Bila hal ini terjadi, maka direkomendasikan untuk mengurangi konsumsi makanan tersebut. Berikut berbagai nasehat seputar jerawat & makanan.
1.      Kurangi gula/makanan manis : permen, donat, cookies, kue, es krim, soda, dll
2.      Kurangi kacang-kacangan, termasuk brazil nuts, walnuts, almonds, pistachios
3.      Kurangi produk susu, termasuk susu (whole milk, low fat, skim), es krim, keju
4.      Kurangi / hindari vitamin E dan vitamin B dosis tinggi
5.      Kurangi coklat. Bila sulit, pilihlah coklat rendah gula, misalnya jenis cocoa 70%
6.      Perbanyak konsumsi minyak omega-3, misal kapsul minyak ikan, ikan salmon & tuna
7.      Perbanyak konsumsi sayur & buah segar
8.      Perbanyak minum air putih, minimal 8 gelas/hari

Jerawat & Rambut
Hindari kontak kulit wajah dengan rambut. Pilihlah potongan rambut pendek tanpa poni & keramaslah setiap hari.  Lindungi kulit wajah saat menggunakan hairspray ataupun gel rambut.

Jerawat & Kosmetik
Umumnya kosmetik wajah/rambut menyebabkan jerawat karena kandungan bahan kirmianya. Sedapat mungkin hindari kosmetik. Bila sulit, pilihlah kosmetik dengan bahan dasar air (water based), oil-free, non komedogenik & non acnegenik. Perlu diingat bahkan konsmetik golongan ini pun tetap dapat menyebabkan jerawat. Pastikan wajah bersih dari kosmetik sebelum tidur.
Berikut bahan yang harus dihindari dari kosmetik.
1.  Blush / pemerah pipi dengan tinta merah bersifat komedogenik karena kandungan coal tar-nya.
2.  Asam stearat,  miristat, isopropyl miristat, sering terdapat pada foundation. 
3.  Lanolin, sering terdapat pada sunscreen & lotion.
4.  Pewarna D & C bersifat komedogenik karena berasal dari coal tar.
5.  Pewangi pada kosmetik, terutama ambrette, bergamot, cinnamte, musk.

Jerawat & Vitamin/Mineral
1.  Vit A penting untuk mencegah jerawat dan mengurangi produksi minyak.
2.  Zinc penting untuk absorbsi vit A dan membantu membunuh bakteri penyebab jerawat.
3.  HIndari obat hormon tertentu, terutama androgen. Hindari obat hormon seperti DHEA, testosteron, androstenedion, pregnenolone.

Y a n g   p e r l u   d i i n g a t
Tidak ada kata sembuh untuk jerawat. Yang dapat dilakukan adalah mengontrol jerawat. Pengobatan fase aktif jerawat membutuhkan waktu, umumnya 4-6 bulan hingga terkontrol. Pada fase maintenance/perawatan, tetap gunakan krim perawatan sesuai anjuran dokter & hindari pencetus jerawat. Setelah jerawat terkontrol, pengobatan untuk bekas jerawat seperti warna kemerahan/kehitaman dan skar dapat dimulai. Bersama dokter, berbagai pilihan terapi dapat dibahas dan  ditentukan.
Hindari pencetus jerawat:
·       Sinar matahari, panas, keringat, debu, rambut
·       Hindari makanan pedas & kuah panas
·       Hindari sauna, hindari olahraga kecuali berenang
·       Tidur cukup, istirahat teratur, hindari stress
·       Banyak minum air putih, makan buah & sayur
·       Selama pengobatan hindari bedak & kosmetik